thumb
By retno 116 views 9 min read
Sabtu, 25 Oktober 2025

MENGUPAS KATA AL-MA DALAM AL-QUR’AN: Telaah dalam Kajian Ilmu Semantik

Spotlight

Kata al-ma dalam Al-Qur’an, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa kata al-ma disebut sebanyak 61 kali dalam 13 surat Al-Qur’an; Al-Baqarah 74, Al-a’raf 50, Al-a’raf 57, Hud 7, Hud 43, Hud 44, Ar-ra’d 14, Al-anbiya’ 30, Al-Hajj 5, Al-Furqan, 54, Asd-Sajdah, 27, Fussilat, 39, Al-Qamar 12, Al-Qamar 28, Al-Waqi’ah 68, Al-Haaqqah, 11, ‘Abasa 25. Menurut teorinya Toshihiko Izutu kata al-ma tediri dari dua makna yaitu; makna dasar (basic meaning) dan makna relasional (relational meaning), sebasgai makna dasar al-ma diartikan sebagai air dan secara relasional al-ma diartikan sebagai symbol kesucian. Oleh karena itu, Hasil dari pendekatan semantik Toshihiko Izutsu terhadap konsep الْماء dalam Al-Quran adalah bahwa makna kata tersebut mencakup aspek simbolis, spiritual, dan filosofis selain arti harfiahnya sebagai "air".

A. Pendahuluan

Al-Qur’an sebagai firman Allah berikut sebagai petunjuk bagi rahmat seluruh alam, maka pembahasan di dalam Al-Qur’an tidak hanya membahas ajaran-ajaran agama dalam aspek spiritual dan moral yang terbatas. Akan tetapi, Al-Qur’an juga memuat aspek-aspek kehidupan yang cakupannya lebih luas, untuk itu manusia diberikan akal sehingga dapat memahami dari setiap kata-katanya dan memahami makna yang terkandung dalam Al-Qur’an. Tentunya, dibutuhkan berbagai disiplin ilmu pengetahuan, salah satunya adalah menggunakan ilmu-ilmu semantik (Abidun, 2017).

Pada penelitian ini, penulis tertarik untuk mengkaji kata al-ma’ dalam Al-Qur’an, secara bahasa الْماء al-ma’ memiliki arti “air”. Dalam Al-Quran, kata الْما ء muncul lebih dari 60 kali dan digunakan dalam berbagai konteks, kata الْماء tidak sekedar benda fisik, akan tetapi memiliki makna secara simbolik yang mendalam dalam ajaran Islam. Untuk itu, penulis menggunakan pendekatan semantik Thosihiko Izutsu dalam meneliti kata al-ma’ agar memberikan pemahaman yang lebih mendalam dalam penelitain ini.

Dalam analisisnya terhadap teks Al-Quran, Theosihiko Izutsu, seorang ilmuwan Jepang, menggunakan pendekatan semantik, yang mencakup pemahaman makna kata-kata dalam konteks budaya dan pemikiran masyarakat Arab pada masa Nabi Muhammad (SAW). Dengan menggunakan pendekatan semantik Izutsu, penulis berusaha membedah kata air dalam Al-Quran dengan memerhatikan cara kata "air" digunakan dan bagaimana maknanya berubah-ubah dalam berbagai ayat-ayat Al-Quran. Dengan menggunakan pendekatan analisis semantik ini akan menunjukkan bagaimana Al-Quran menggunakan istilah air untuk menyampaikan pesan penting tentang kehidupan, kesucian, dan transformasi spiritual kepada umat Islam (Fatmawati, Darmawan, and Izzan 2018).

B. Hasil dan Pembahasan

1. Identifikasi Ayat-ayat Tentang Kata Al-Ma’ Dalam Al-Qur’an

Dalam Al-Quran, kata الْماء seringkali digunakan untuk merujuk pada air yang ada dalam berbagai bentuk, seperti air hujan, air sungai, air laut, dan air tanah. Kata الماء disebut 17 kali dalam 13 surah. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

NO      Nama Surah    Ayat 

1          Al-Baqarah     74

2          Al-a’raf           50

3          Al-a’raf           57

4          Hud                 7

5          Hud                 43

6          Hud                 44

7          Ar-ra’d            14

8          Al-anbiya’       30

 2.         Makna dasar dan Makna Relasional

a.  Makna Dasar

Menurut pendekatan semantik Toshihiko Izutsu, makna kata terdiri dari dua komponen utama: makna dasar (basic meaning) dan makna relasional (relational meaning) (Idris, 2020). Makna dasar adalah makna primer atau makna inti yang melekat pada suatu kata. Secara garis besar kata ا لْمَاء dalam kamus Lisan Al-Arab bermakna سَائل عَلَيْهِ عماد الْحَيَاة فِي الأَرْض Cairan yang menjadi penopang kehidupan di bumi (Ibnu Manzur, 1386 H). Kata الماء merupakan bentuk mufrad, adapun jama’nya adalah المياه.

b.  Makna Relasional

Makna relasional adalah makna yang diturunkan dari konteks dan hubungannya dengan kata-kata dalam Al-Quran (Taqiyudin, Supardi, dan Huda 2022). Dalam Al-Quran, kata "الْماء" (al-ma) sering digunakan dalam arti yang lebih luas dan dikaitkan dengan seperti berkah, kesucian, penyucian, rahmat, dan kehidupan. Misalnya, air sering dikaitkan dengan kehidupan karena rahmat Allah yang memberi kehidupan kepada makhluk-Nya dan memelihara kehidupan di bumi.

Kata "الْماء" (al-ma) juga dapat digunakan dalam konteks ibadah, seperti wudhu, mandi junub, atau minum air zam-zam, yang memiliki makna penyucian dan spiritual. Selain itu, kata "الْماء" (al-ma) juga dapat digunakan dalam perumpamaan atau metafora untuk menyampaikan pesan spiritual, seperti dalam cerita tentang air sebagai ilmu yang mengalir dan memberi nutrisi kepada jiwa. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kata "الْما ء" (al-ma) dalam Al-Quran dan maknanya dalam konteks agama dan spiritual, penting untuk memperhatikan kedua komponen ini, yaitu makna dasar dan makna hubungan. Dalam pendekatan semantik Thosihiko Izutsu, penting untuk memperhatikan kedua aspek ini.

3.  Medan Makna Al-Ma’ Dalam Al-Qur’an

Medan makna merupakan representasi grafis dari kata-kata yang memiliki hubungan yang kuat dengan semantik dengan kata yang sedang diteliti (Asmani 2016). Berikut ini adalah beberapa kata-kata al-ma’ yang termasuk dalam medan makna:

السماء (as-sama') - Langit: Air sering kali dikaitkan dengan langit dalam Al-Quran karena hujan adalah salah satu cara Allah menurunkan air dari langit untuk memberi kehidupan pada bumi.

الغيث (al-ghaith) - Hujan: Merupakan salah satu bentuk air yang sangat penting dalam AlQuran, yang menyuburkan tanah dan tumbuhan.

النهر (an-nahr) - Sungai: Merupakan aliran air yang mengalir di bumi, memberikan manfaat besar bagi manusia dan ekosistem.

البحر (al-bahr) - Laut: Merupakan massa air yang sangat besar dan mencakup sebagian besar permukaan bumi.

الْحَيَاة (al-hayat) - Kehidupan: Air dianggap sebagai sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup di bumi.

الْمَوْت (al-maut) - Kematian: Air juga dapat dikaitkan dengan bencana banjir atau badai yang dapat menyebabkan kematian.

الطهارة (at-thaharah) - Kesucian: air dapat digunakan untuk bersuci dari hadats kecil maupun hadats besar 

النجاسة (an-najasah) - Najis: Kontras dengan kesucian, air juga dapat digunakan untuk menghilangkan najis dan kekotoran.

رحمة الله (rahmatullah) - Kasih sayang Allah: Penggunaan air dalam memberikan kehidupan pada bumi sering kali dianggap sebagai bentuk kasih sayang Allah.

الفتنة (al-fitnah) - Ujian: Dalam beberapa ayat, air digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan ujian atau cobaan yang dihadapi oleh manusia.

Dalam bahasa Arab, kata al-ma berarti "air", tetapi dalam Al-Quran, kata ini memiliki makna yang lebih dari sekadar air fisik; itu juga memiliki makna spiritual, metafisik, dan simbolis. Dengan menggunakan metode semantik Toshihiko Izutsu, berikut adalah beberapa konsep yang berkaitan dengan kata "al-ma" dalam Al-Quran:

Sumber Kehidupan: Semua makhluk hidup di Bumi bergantung pada air (الْماء). Air disebut sebagai salah satu rahmat Allah dalam Al-Quran yang memberi kehidupan kepada manusia, hewan, dan tanaman. Sebagaimana dinyatakan dalam surah Al-Anbiya ayat 30 :

اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ

Apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi, keduanya, dahulu menyatu, kemudian Kami memisahkan keduanya dan Kami menjadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air? Maka, tidakkah mereka beriman?

Kesucian dan Pemurnian: Dalam proses wudhu, air (الْماء) digunakan untuk membersihkan diri sebelum beribadah, terutama sebelum salat. Sebelum beribadah menghadap Yang Maha Suci, itu memiliki makna simbolis tentang kemurnian dan kesucian diri. seperti yang ditunjukkan dalam ayat berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُۗ مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.

Kekuatan Ilahi: Air (الْماء) disebut sebagai bukti kekuasaan Allah dalam menciptakan dan mengatur alam semesta, termasuk mengirimkan hujan sebagai rahmat-Nya dalam beberapa ayat Al-Quran.

وَهُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۚ فَاَخْرَجْنَا بِهٖ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَاَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُّتَرَاكِبًاۚ وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَّجَنّٰتٍ مِّنْ اَعْنَابٍ وَّالزَّيْتُوْنَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَّغَيْرَ مُتَشَابِهٍۗ اُنْظُرُوْٓا اِلٰى ثَمَرِهٖٓ اِذَٓا اَثْمَرَ وَيَنْعِهٖۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكُمْ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ

Dialah yang menurunkan air dari langit lalu dengannya Kami menumbuhkan segala macam tumbuhan. Maka, darinya Kami mengeluarkan tanaman yang menghijau. Darinya Kami mengeluarkan butir yang bertumpuk (banyak). Dari mayang kurma (mengurai) tangkai-tangkai yang menjuntai. (Kami menumbuhkan) kebun-kebun anggur. (Kami menumbuhkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah dan menjadi masak. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.

Lambang Rohani: Air dalam Al-Quran kadang-kadang digunakan sebagai lambang kehidupan rohani, yang membersihkan hati dan jiwa dari dosa dan kesalahan.

دَعْوٰىهُمْ فِيْهَا سُبْحٰنَكَ اللّٰهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلٰمٌۚ وَاٰخِرُ دَعْوٰىهُمْ اَنِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَࣖ

Doa mereka di dalamnya adalah “Subhānakallāhumma” (‘Mahasuci Engkau, ya Tuhan kami’) penghormatan mereka di dalamnya adalah (ucapan) salam, dan doa penutup mereka adalah “Alḥamdu lillāhi rabbil ‘ālamīn” (‘segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam’).

Ujian dan Pengujian: Air (الْماء) juga digunakan sebagai metafora dalam beberapa ayat untuk menunjukkan cobaan dan ujian yang dihadapi oleh manusia. Seperti badai dan banjir adalah contoh ujian. 

Dengan menggunakan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu, kita dapat lebih memahami kata "al-ma" dalam Al-Quran, yang menunjukkan bahwa kata tersebut memiliki makna yang sangat mendalam dan melampaui arti harfiahnya sebagai "air". Dengan memahami kata ini lebih dalam, kita dapat merenungkan dan mengambil hikmah dari kata air dalam Al-Qur’an yang dari sudut pandang agama Islam.

C.  Analisi Kata Al-Ma’ dan Korelasinya

Pendekatan semantik Toshihiko Izutsu terhadap  kata "الْماء" (al-ma') dalam Al-Qur’an memiliki keluasan makna yang dapat di interpretasikan. Berikut adalah beberapa implikasi penting dari pemahaman konsep "الْماء" dalam Al-Quran melalui pendekatan semantic Toshihiko Izutsu:

1. Air sebagai anugerah: Dengan memahami bahwa air (الْماء) adalah sumber kehidupan, kita lebih menghargai anugerah Allah. Mengetahui bahwa air adalah unsur penting untuk kelangsungan hidup semua makhluk di Bumi mengajarkan kita untuk melihatnya sebagai tanda kasih sayang dan rahmat dari Sang Pencipta, bukan sebagai sesuatu yang biasa saja.

2. Air sebagai kebersihan dan kesucian: Air dalam Al-Quran juga mengajarkan pentingnya kebersihan dan kemurnian dalam hidup kita. Penggunaan air dalam proses wudhu sebelum beribadah adalah contoh nyata bagaimana kesucian fisik menggambarkan kemurnian hati dan jiwa. Ini berarti menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan serta menjaga hati bebas dari dosa dan noda moral.

3.  Air sebagai rahmat dan kasih sayang Allah: Pemahaman tentang bagaimana Allah mengatur air, termasuk mengirimkan hujan sebagai rahmat-Nya, menunjukkan kekuatan dan kasih sayang-Nya yang tak terbatas terhadap apa yang Dia ciptakan. Ini berarti mengandalkan dan mengandalkan Allah saat menghadapi kesulitan hidup dan merasakan kasih sayang-Nya dalam setiap aspek kehidupan.

4. Rasa Syukur dan Tawakal: Jika kita tahu bagaimana air memberikan kehidupan, kita akan belajar bersyukur atas nikmat Allah dan tidak menyerah ketika kita menghadapi kesulitan. Ini berarti menjadi lebih tawakal (pasrah) kepada Allah dan sadar bahwa segala sesuatu dalam kehidupan kita adalah bagian dari rencana yang lebih besar dari Allah.

5. Ujian dan Ketabahan: Air dalam beberapa ayat juga digunakan sebagai metafora untuk ujian dan cobaan dalam kehidupan. Implikasinya adalah menyadari bahwa kehidupan akan menghadirkan tantangan dan kesulitan, tetapi dengan ketabahan dan iman kepada Allah, kita dapat mengatasi ujian tersebut dan tumbuh secara spiritual.

Dengan menggunakan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu untuk memahami konsep "al-ma" dalam Al-Quran, kita dapat mempertimbangkan nilai-nilai spiritual, moral, dan etika yang terkandung di dalamnya.

Thariq Ibrahim


Komentar

blog comments powered by Disqus